๐ก *Group WA Ensiklopedi Ruqyah Official Syaikh Abul Bara'*
════ ❁✿❁ ════
๐ *Cuplikan Video Dauroh Ruqyah Syar’iyyah*
**Pembahasan: Ruqyah Syar’iyyah untuk Mengobati Sihir, ‘Ain, dan Kesurupan**
๐ **Halaqah 1 ~ Khutbah Hajat**
ุจِุณْู
ِ ุงَِّููู ุงูุฑَّุญْู
َِู ุงูุฑَّุญِูู
ِ
ุฅู ุงูุญู
ุฏ ููู ูุญู
ุฏู ููุณุชุนููู ููุณุชุบูุฑู ููุนูุฐ ุจุงููู ู
ู ุดุฑูุฑ ุฃููุณูุง ูู
ู ุณูุฆุงุช ุฃุนู
ุงููุง، ู
ู ููุฏ ุงููู ููุง ู
ุถู ูู ูู
ู ูุถูู ููุง ูุงุฏู ูู، ูุฃุดูุฏ ุฃู ูุง ุฅูู ุฅูุง ุงููู ูุญุฏู ูุง ุดุฑูู ูู، ูุฃุดูุฏ ุฃู ู
ุญู
ุฏุงً ุนุจุฏู ูุฑุณููู.
Sesungguhnya segala puji hanya bagi Allah. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya, memohon ampunan-Nya, serta berlindung kepada Allah dari kejahatan diri dan amal perbuatan kami. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, tiada yang dapat menyesatkannya. Barangsiapa disesatkan-Nya, tiada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.
๐ *QS. Ali ‘Imran: 102*
> “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”
๐ *QS. An-Nisa’: 1*
> “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan pasangannya, serta dari keduanya memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak...”
๐ *QS. Al-Ahzab: 70–71*
> “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalmu dan mengampuni dosamu. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka ia benar-benar telah memperoleh kemenangan yang besar.”
ุฅู ุฃูุถู ุงูุญุฏูุซ ูุชุงุจ ุงููู، ูุฎูุฑ ุงููุฏู ูุฏู ู
ุญู
ุฏ ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
، ูุดุฑ ุงูุฃู
ูุฑ ู
ุญุฏุซุงุชูุง، ููู ู
ุญุฏุซุฉ ุจุฏุนุฉ، ููู ุจุฏุนุฉ ุถูุงูุฉ، ููู ุถูุงูุฉ ูู ุงููุงุฑ.
Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah (Al-Qur’an), dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad ๏ทบ. Seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan (bid‘ah), dan setiap bid‘ah adalah kesesatan, sedangkan setiap kesesatan tempatnya di neraka.
ุซู
ุฃู
ุง ุจุนุฏ...
Khutbah yang penuh makna ini disebut **Khutbah Al-Hajah (Khutbah Kebutuhan)**. Ia memiliki kisah latar yang terkait dengan *Waq‘ah Asy-Syariyyah fi Fath Makkah* (Peristiwa Syar’i pada Fathu Makkah).
Seorang sahabat bernama *Dhamad Al-Asadi* dari suku Asad Syanwan datang ke Makkah. Ia mendengar kabar dari orang-orang bodoh Makkah bahwa Muhammad ๏ทบ adalah orang gila. Ia pun berkata dalam hatinya, “Aku akan menjampi beliau dengan ruqyah, semoga Allah memberi kesembuhan melalui tanganku.”
Maka ia pun mendatangi Rasulullah ๏ทบ dan berkata, “Wahai Muhammad, aku bisa menjampi dari pengaruh angin. Semoga Allah menyembuhkanmu melalui tanganku.”
Lalu Rasulullah ๏ทบ bersabda:
ุฅู ุงูุญู
ุฏ ููู ูุญู
ุฏู ููุณุชุนููู ููุณุชุบูุฑู...
(sampai akhir khutbah).
Kemudian beliau mengucapkan, “ุซู
ุฃู
ุง ุจุนุฏ.”
Dhamad berkata, “Apakah ini yang engkau ucapkan wahai Muhammad?”
Rasulullah ๏ทบ mengulanginya dua kali lagi.
Dhamad pun berkata, “Demi Allah, aku telah mendengar perkataan para penyair, tukang sihir, dan dukun, namun belum pernah mendengar yang seperti ini. Sungguh, ucapanmu mencapai puncak kefasihan.”
(Dalam riwayat Muslim: “Perkataan ini memiliki lautan makna yang dalam.”)
Akhirnya Dhamad berkata, “Ulurkan tanganmu wahai Muhammad, agar aku berbaiat kepadamu.”
Ia pun bersyahadat:
> “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan engkau adalah utusan Allah.”
Rasulullah ๏ทบ bertanya, “Bagaimana dengan kaummu?”
Dhamad menjawab, “Aku juga berbaiat atas nama kaumku.”
Suatu hari Rasulullah ๏ทบ mengirim pasukan kecil (sariyah) dan bertanya, “Apakah kalian mengambil sesuatu dari mereka?”
Mereka menjawab, “Ya, kami mengambil sebuah wadah.”
Beliau bersabda, “Kembalikanlah, karena mereka memiliki perjanjian dengan Rasulullah.”
Syaikh Salman Al-‘Audah ุฑุญู
ู ุงููู berkata:
> “Khutbah ini bukan hanya untuk akad nikah saja.”
Sebagian ulama memang berpendapat khutbah ini khusus untuk nikah, namun *Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah* dalam *Majmu‘ Al-Fatawa* menjelaskan bahwa khutbah ini umum digunakan pada berbagai kesempatan.
๐️ *Syaikh Abul Bara’ Usamah bin Yasin Al-Ma‘ani*
๐บ [Tonton di YouTube] (https://youtu.be/gy29C4sylnY?si=A6ci_-9iKl-M_dIe)
⌨️ *Rudianto Abu Huna*
๐ฎ *Ensiklopedi Ruqyah Official*
https://whatsapp.com/channel/0029VbAKzFr9sBIDFNYeur42
════ ❁✿❁ ════
0 komentar:
Posting Komentar